Senin, 31 Januari 2011
ANGKLUNG
Angklung adalah sebuah alat musik yang berasal dari daerah Jawa Barat khususnya daerah Sunda yang di temukan oleh salah seorang guru seni yaitu bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Angklung terbuat dari bambu yang di jajarkan dengan susunan-susunan nada sebuah angklung, cara memainkan angklung adalah dengan cara di goyang dan nadanya berasal dari benturan dengan badan pipa bambu, sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dengan susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran baik besar maupun kecil. Angklung ini bisa dimain oleh 60 orang bahkan angklung ini juga bisa di main oleh 100 orang dan dapat di padukan dengan alat musik lainnya piano, organ, gitar, drum dan lain-lain. Selain sebagai alat kesenian angklung juga dapat digunakan sebagai sauvenir yang bagus setelah di hiasi oleh asesoris-asesoris yang lain.
Angklung memiliki bunyi yang di timbulkannya sangat merdu dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional yang memiliki tangga nada doremifasolasido dan daminatilada, maka dari itu angklung pun cepat berkembang, tapi tidak hanya dipertunjukan di tempat lokal saja tapi juga di pertunjukan di regional, nasional bahkan sudah sampaim internasional. Bahkan konon katanya angklung pernah di pertunjukan di hadapan para pemimpin negara pada acara konferensi Asia Africa di gedung Merdeka, Bandung pada tahun 1955.
Sepeninggalan bapak Daeng Sutigna kreasi kesenian angklung diterus kan oleh Mang Ujo dan Erwin Anwar , bahkan Mang Ujo telah memebuat pusat pembuatan dan pengembangan angklung yang di sebut "Saung Angklung Mang Ujo" yang berlokasi di daerah Padasuka Cicaheum Bandung. Salh satu program yang ia lakukan adalah dengan mengenalkan angklung kepada para pelajar dari mulai TK, SD, SMP, sampai SMA dan bahkian anklung pun telah menjadi salah satu kurikulum pada mata pelajaran muatan lokal.
Langganan:
Postingan (Atom)